News

Sebagai bangsa, kini kita telah merdeka. Hindarkan politik pecah belah layaknya penjajah memperlakukan kita ratusan tahum silam.

  • Penerima Data Santunan Kematian untuk Bulan September 2013

    Penerima Data Santunan Kematian untuk Bulan September 2013

  • Demokrat Diminta Tidak Membuat Gaduh Partai Lain

    JAKARTA (24 Juli 2013): Partai Demokrat mulai mendekati sejumlah tokoh nasional untuk masuk dalam bursa konvensi calon presiden (capres). Salah satu klausul menyebutkan bagi calon yang mengikuti konvensi harus mundur dari partai sebelumnya. Itu bakal menimbulkan kegaduhan politik.

      Sekjen DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella menghargai apa yang dilakukan Partai Demokrat dengan mengundang sejumlah tokoh yang dianggap memiliki potensi untuk menjadi capres.   Patrice memaklumi apa yang dilakukan Partai Demokrat itu untuk mendongkrak lagi elektabilitas Demokrat di 2014. "Kami hargai itu. Tokoh diundang dan itu kan untuk meningkatkan citra partai yang kemarin hancur," kata Patrice saat dihubungi, Rabu (24/7).   Salah satu yang
    Selengkapnya...

  • Pemilih Semakin Apatis Terhadap Politik

    JAKARTA (24 Juli 2013): Gejala apatisme politik yang muncul di kalangan pemilih semakin tampak jelas. Mereka yang tidak tertarik akan politik pada saat bersamaan menilai lembaga-lembaga politik tidak bekerja sesuai ekspektasi publik.

      Demikian hasil survei nasional yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI). Survei berlangsung 19-27 Juni 2013. Direktur IPI Burhanuddin Muhtadi mengemukakan itu dalam diskusi bertajuk Internet,Apatisme dan Alienasi di Jakarta, Selasa (23/7).   ''Apatis ini jangan disepelekan karena hal seperti ini memacetkan demokrasi. Mereka adalah orang yang punya daya tarik akan politik rendah dan menganggap ekonominya sedang buruk,'' kata
    Selengkapnya...

  • Buku Kumpulan Tajuk Rencana Djafar Assegaff Diluncurkan

    JAKARTA (24 Juli 2013): Saat masih sehat, diam-diam Djafar Husein Assegaff ternyata mengumpulkan karya jurnalistiknya berupa tajuk rencana. Terbitlah karya berupa buku Zaman Keemasan Soeharto.

      Buku Zaman Keemasan Soeharto tersebut berupa kumpulan 225 tajuk rencana Assegaff di surat kabar Surabaya Post periode 1989-1993. Buku tersebut  diluncurkan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (23/7).   Dalam buku setebal 414 halaman ini, Assegaff (almarhum) yang pernah menjabat sebagai ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem ini menuturkan karyanya ini memang mengupas masa gemilang Orde Baru di bawah rezim Soeharto. Kendati demikian, kata Assegaff, bukan berarti ia
    Selengkapnya...

  • Pemerintah Jangan Gamang soal Ormas Radikal

    JAKARTA (24 Juli 2013): Pemerintah diminta tidak ragu menindak tegas ormas yang berbuat anarkistis, terlebih jika ormas tersebut melakukan keonaran berulang kali.

    Semestinya semua elemen negara tidak saling melempar masalah tetapi bersatu padu menghadap ulah kelompok sipil yang mengambil alih peran aparatur keamanan. ''Mendagri, polisi dan pemda harus bersinergi mengatasi semua perilaku anarki berbasis massa sipil. Polisi harus berani menangkap aktor intelektual, bukan malah menguber warga yang membveka diri,'' kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid kepada Media Indonesia hari Selasa
    Selengkapnya...

Tuesday, 23 July 2013

Anggota Wantimpres: Relokasi Warga Syiah Sampang Langgar HAM

JAKARTA (23 Juli 2013): Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Albert Hasibuan menilai telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam relokasi warga komunitas Syiah Sampang, Jawa Timur. Apalagi, warga dipaksakan untuk pindah dan menolak semua usulan pemerintah.

"Saya anggap pemindahan atau relokasi karena dipaksa, seakan-akan disisihkan sebagai warga negara Indonesia (WNI). Itu bertentangan dengan HAM, karena warga Syiah mendapat tekanan tertentu untuk pindah ke rumah susun (rusun). Jauh berbeda dengan warga negara yang lain yang memiliki hak," kata Albert kepada Media Indonesia, Selasa (23/7). Albert mengunjungi lokasi pengungsian komunitas Syiah Sampang dari GOR Sampang menuju rumah susun Pasar Induk Agrobis Jemundo, Sidoarjo, Jawa
Selengkapnya...

Tuesday, 23 July 2013

Dipo Berang, FPI Sebut SBY Pecundang dan Tukang Fitnah

JAKARTA (23 Juli 2013): Sekretaris Kabinet Dipo Alam di Istana Negara, Selasa (23/7), mengatakan Front Pembela Islam (FPI) sebaiknya introspeksi diri daripada berbicara tidak patut dengan menyebut Presiden pecundang dan tukang fitnah. Harusnya, lanjut Dipo, syiar Islam itu disampaikan dengan damai, tanpa kekerasan.

Pernyataan Dipo tersebut menanggapi Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang mengatakan SBY sebagai pecundang dan tukang fitnah. “Sebagusnya FPI kita ajak untuk introspeksi. Siapa pun, termasuk orang Islam, tidak suka kalau dalam melakukan kebajikan atau syiar Islam, dinodai oleh kekerasan,” ujarnya. Ia pun mengasihani FPI jika niat baik Presiden dalam menjaga kerukunan bermasyarakat tersebut disalahartikan, apalagi sampai menuding Presiden melakukan fitnah.
Selengkapnya...

Tuesday, 23 July 2013

PMI Buka 200 Pos di Seluruh Indonesia

JAKARTA (23 Juli 2013):Palang Merah Indonesia (PMI) membuka pos di 200 titik diseluruh Indonesia. 200 pos ini disebar di titik-titik disepanjang jalur arus mudik dan jalur arus balik menjelang dan sesudah Idul Fitri 1434 H.

Ditemui di Pekalongan pada Selasa (23/7), Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan ke 200 pos ini akan memberikan layanan kesehatan dan tempat peristirahatan bagi masyarakat. Khusus di pulau Jawa, pos-pos ini akan disebar mulai dari Jakarta hingga Surabaya dan melewati banyak provinsi, kabupaten dan kota. "Selain menyediakan layanan kesehatan dan tempat peristirahatan, pos-pos itu juga menyediakan pasokan darah yang dikoordinasikan dengan PMI setempat," jelasnya. Terkait kesiapan
Selengkapnya...

Tuesday, 23 July 2013

Warga Lereng Merapi Butuh Bantuan Masker

KLATEN (23 Juli 2013): Sehari pasca-peningkatan aktivitas Gunung Merapi, endapan abu vulkanik mengancam kesehatan warga, terutama saluran pernafasan bagi anak-anak di kawasan lereng gunung. Untuk pencegahan, guru-guru di sekolah dasar sekitar gunung membagikan masker untuk para murid.

Aktivitas warga di lereng Merapi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, kembali normal pascaerupsi. Namun, umumnya mereka harus mengenakan masker. Sebab endapan abu vulkanik masih menumpuk dan dan terhirup oleh warga. Sadar akan bahaya, guru Sekolah Dasar Negeri 1 Balerante berinisiatif membagikan masker untuk anak didiknya. Setiap siswa diwajibkan mengenakan masker selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Salah seorang guru, Surono mengungkapkan, masker yang
Selengkapnya...

Tuesday, 23 July 2013

Jokowi Berikan Toleransi PKL Tanah Abang dengan Syarat

JAKARTA (23 Juli 2013):Ribuan Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang dan sekitarnya, Jakarta Pusat, mendapat toleransi atas keberadaan mereka dari Gubernur DKI, Joko Widodo.

Mereka akan dipindahkan ke Blok G dalam waktu dua pekan ke depan. Namun mereka diminta untuk tidak mengganggu arus lalu lintas, karena dampaknya bisa menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Jokowi sapaan akrab Joko Widodo di Balai Kota DKI mengatakan pihaknya memberikan toleransi kepada para pedagang selama dua pekan hingga Lebaran mendatang untuk tetap eksis berjualan.  "Kita ingin memberikan toleransi sampai dua minggu atau sampai Lebaran penataan PKL di
Selengkapnya...

1
2
3
4
5
6
>
»